JUMLAH DAN NOMOR AYAT: Antara Matematika Al-Qur’an dan Sejarah Al-Qur’an

  • Izza Rahman Institut PTIQ Jakarta
Keywords: al-Qur’an, pola matematis,, sejarah,, sistem penomoran ayat

Abstract

Abstrak: Tulisan ini mendiskusikan berbagai kajian sejarah dan upaya untuk menemukan pola matematis terkait jumlah ayat al-Qur’an dan sistem penomoran ayat. Tulisan ini hendak menyatakan bahwa upaya-upaya untuk menemukan pola matematis di balik jumlah ayat dan sistem penomoran ayat perlu melihat sejarah al-Qur’an. Kendati kajian-kajian matematis tentang aspek numerik dari al-Qur’an telah membuat beberapa peneliti menyimpulkan bahwa sistem Kufah yang sekarang dominan digunakan untuk penomoran ayat tampak sempurna “secara matematis”, catatan-catatan sejarah dan terus digunakannya sistem penomoran yang lain menghadirkan tantangan besar bagi para pendukung kemukjizatan matematis al-Qur’an -- baik untuk membuktikan bahwa sistem penomoran yang lain tidak sempurna ataupun untuk mengeksplorasi pola-pola matematis berdasarkan sistem penomoran yang lain tersebut.


Abstract: This paper discusses the historical study and attempt to find mathematical patterns related to the number of verses of the Koran and paragraph numbering system. This paper is about to declare that efforts to find mathematical patterns behind the number of paragraphs and paragraph numbering system needs to look at the history of the Koran. Despite the mathematical studies on the numerical aspects of the Qur'an has made some researchers to conclude that the current dominant system of Kufa used for paragraph numbering seems perfect "mathematically", records the history and continues to use other numbering systems presents a major challenge for proponents of mathematical miracles of the Qur'an - either to prove that other numbering systems are not perfect or to explore patterns of mathematically based system of numbering the other.

Published
2018-11-28