HADIS PALSU; KAEDAH KRITIK SANAD DAN MATAN

  • Umaiyatus Syarifah Institut PTIQ Jakarta
Keywords: hadis maudhu, maudhu, rawi, perawi

Abstract

Abstrak: Perselisihan antara ‘Alî dan Mu’âwiyah yang diakhiri melalui tahkîm (arbitrase) melahirkan berbagai macam kelompok politik dan teologi. Masing-masing kelompok melahirkan hadis-hadis maudhû sebagai alat legitimasi. Dari sinilah, diyakini awal munculnya hadis maudhû di kalangan umat Islam dan semakin masif perkembangannya. Para ulama klasik hingga kontemporer melalui karya mereka telah melakukan antisipasi dengan memberikan kaedah kritik sanad maupun matan dalam mendeteksi hadis maudhû. Mayoritas ulama hampir sama dalam memberikan kaedah kritik sanad terkait hadis palsu, hal ini berbeda dalam kritik matan. Dalam kritik matan, sebagian ulama ada yang menjelaskan secara ijmâl (global) maupun tafshîl (terperinci).

 

Abstract: The ensuing  civil strife between Ali and Muawiyah brought to variety of political dan teological groups that some of them sometimes used hadith maudhu’ (fabricated hadith) to strengthen their groups that grew around the muslim society. As a matter of fact, some hadith experts anticipate it by creating a new method of sanad and matan critisism to sort out hadith maudhu’. Critisism of each elements has resulted in the classification of each hadith. In this discussion, the explanation of hadith maudhu’ will be discussed.

Published
2018-11-28