PERAN ALI MUSTAFA YAQUB TERHADAP DISKURSUS HADIS INDONESIA

  • Hartono Hartono Institut PTIQ Jakarta
Keywords: Ali Mustafa,, Pesantren,, Hadis

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas Ali Mustafa Yaqub (1952- ) salah seorang ahli hadis Indonesia yang punya pengaruh besar terhadap corak keberagaman sebagian umat Islam Indonesia. Secara akademis, Ali dianggap sebagai ahli hadis yang pola pemikirannya dalam bidang tersebut melanjutkan pembelaan Muhammad Musthafâ al-A'zhamî (1932- ) terhadap hadis. Tak tanggung-tanggung orientalis Yahudi, Ignaz Goldziher (1850-1921) yang kesimpulannya dalam penelitian hadis meragukan ulama-ulama klasik dan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah karena kelemahan metodenya, Joseph Schacht (1902-1969) dengan teori Projecting Back-nya berkesimpulan bahwa hukum Islam belum eksis pada masa al-Sya’bî (w.110 H) karena menurutnya pada era itu belum ditemukan hadis-hadis yang berkaitan dengan hukum Islam. Keduaya tak luput dari kritik ilmiahnya. Selain itu, Ali juga punya peran signifikan dalam proses pembinaan, pembumian dan pembelaan berkelanjutan terhadap pengkajian hadis nabi di Indonesia. Hal ini terbukti dengan didirikannya pesantren mahasiswa Darussunnah yang fokus dalam pengkajian dan penelitian hadis.


Abstract: This article discusses an expert figure on hadith sciences that has a major influence on Indonesian Muslims, Ali Mustafa Yaqub (1952-). As al-Azami, He critisized some scholars such as Ignaz Goldziher (1850-1921), the jewish scholar who rejected ‘unjustified method’ of muslim scholars, and Joseph Schacht (1902-1969) who concluded that there was no prophet sayings on islamic law more notably at al-Sya’bi era (d. 110 H). Ali is also regarded as one of Indonesian muslim scholars who pays attention on hadith learning by establishing Darussunnah islamic boarding school.

Published
2018-11-28