MUSHHAF ‘UTSMÂN IBN ‘AFFÂN (Sejarah Ijtihad Orisinalitas dan Sakralitas Kodifikasi Al-Qur’an)

  • Ansor Bahary Institut PTIQ Jakarta
Keywords: Mushhaf ‘Utsmânî,, jam’ul qur’ân,, masa Abû Bakar al-Shiddîq,, masa ‘Utsmân ibn ‘Affân

Abstract

Abstrak: Mushhaf ‘Utsmânî merupakan satu peristiwa sejarah atau kejadian bersejarah yang penting dalam masa kekhalifahan ‘Utsmân ibn ‘Affân ra. Ia juga menjadi icon bagi peran khalifah dan dilakukannya jam’ul qur’ân untuk ketiga kalinya. Sedangkan untuk pertama kalinya dilakukan pada masa Nabi saw., di mana ayat-ayat turun dicatat dan ditulis di kepingan papan, pelapah pohon kurma, tulang-belulang domba, bebatuan dan hapal di hati-hati para sahabat. Pada masa khalifah Abû Bakar al-Shiddiîq ra., jam’ul qur’ân dilakukan kembali untuk kedua kalinya dengan menyatukan catatan dan tulisan tersebut sembari mengkomparasinya dengan hapalan mereka. Ide jam’ul qur’ân ini pada awalnya datang dari ‘Umar ibn al-Khaththâb ra., karena gejolak peperangan Yamâmah antara Kaum Muslimin dan Kaum Musyrikin. Pada masa ‘Utsmân ibn ‘Affân, jam’ul qur’ân dilakukan kembali untuk ketiga kalinya disebabkan terjadinya perselisihan atau perbedaan dialek bacaan al-Qur’an antara satu sama lainnya, baik dalam satu kawasan atau berbeda kawasan. Bahkan masa ‘Utsmân ini tidak saja mengakhiri sejarah peristiwa tersebut di kalangan umat Islam, tapi juga menandai suatu masa peralihan atau pergeseran jam’ul qur’ân. Sekalipun demikian, tapi pada realitanya, inti dari segala isi dan maksud tujuan al-Qur’an sama dari dulu sampai sekarang, bahkan tetap menguatkan orisinalitas dan sakralitasnya yang tetap terjaga sepanjang masa sesuai jaminan nash yang termuat di dalamnya (Q.s. al-Hijr/15:9).

 

Abstract: Usmani script (Mushhaf Usmani) is an important historical event at the age of the chaliph Usman bin Affan. Firstly, The need to write al-Qur’an had ever been recorded and performed by the prophet written in pieces of board, sheath palm trees, bones, stones, etc even it is also memorized the companions. Then, at the time of Caliph Abu Bakr al-Shiddiîq, collecting al-Qur’an (Jam'ul Qur'ân) that was initiated by Umar bin Khattab with a consideration of the battle of Yamamah; war between muslims and the unbelievers occurred and a number of those who knew the Qur’an by heart died, it was feared that with the gradual passing away of such men, there was a danger of some Qur’anic material being lost. At the age of Usman bin Affan, there were a dispute and differences in dialect recitation of the Qur’an among muslims. Then, Zaid bin Tsabit headed a comission to make an official recension under the sponsorship of the chaliph Usman. Usman didn’t only end the dispute but also brought to a new phase of  jam'ul Qur'an (collecting al-Qur’an). In fact, however,  the core of all the content and purpose of the Qur'an remained. Up to now, the sacred  Qur’an is maintained all over the time (Surat al-Hijr / 15 : 9).

Published
2018-11-28